Skip to main content

Xbox Game Showcase 23 Juli 2020: Pendapat Sejujur-Jujurnya Dari Gamer

 
Tadi malam (23 Juli pkl 23.00) Microsoft Xbox (berusaha) kembali menunjukkan game-game Xbox Series X. Nih mimin langsung saja dan respon dengan sejujur-jujurnya sebagai gamer tanpa memihak manapun, asli kecewa...Kalau dibandingin sama event PS5 kemarin masih kalah cukup jauh. Sejak mulai pre-show (sekitar 1 jam sebelum event) sampai event dimulai, yang dibicarakan dan menjadi hype adalah Halo Infinite. Ini seakan Xbox Series X yang powernya secara teori di atas kertas lebih kuat dari PS5 hanya memiliki game Halo Infinite sebagai kartu AS mereka. Kalau mimin lihat gaes (at least menurut mimin pribadi) ternyata benar....Halo Infinite menjadi game pertama yang ditampilkan. Tapi...saat pertama lihat, timbul dalam hati "hmm..kog seperti ada yang miss ya?" Jadi secara grafis kog terlalu "polos". 

Oke, mungkin itu karena waktu live hanya 1080p dan akhirnya setelah event selesai mimin langsung cari versi 4K-nya. Yes ada! Setelah nonton ulang eh mimin malah nemuin textures pop-in di game Halo Infinite yang mana seharusnya sudah tidak terjadi di konsol Next-Gen. Itulah mengapa Sony memiliki SSD dengan kecepatan luar biasa cepat. Apa sih textures pop-in itu, min? Pernah main game (misal GTA V atau game Battle Royale Warzone) saat tiba di area baru grafisnya tiba-tiba jadi polos seperti nggak ada tekstur-nya dan kemudian beberapa saat kemudian muncul detail-detailnya? Well perhatiin baik-baik yang dibawah ini (atau kalau kurang jelas lihat ada video di atas start di menit ke 5:40).


Ini mungkin bukan deal-breaker bangetsih, tapi kita sekarang bicara konsol next-gen yang sudah menggunakan SSD dan seharusnya yang seperti ini sudah nggak ada lagi. Okelah memang nggak separah itu, tapi mengingat komitmen dari lawan Microsoft yang benar-benar membanggakan kecepatan SSD-nya sepertinya Microsoft harus berhati-hati. Intinya begini aja gaes, kita semua tahu kalau Xbox Series memiliki power yang hebat, 12 TFLOPS, PS5 aja banyak yang meremehkah karena hanya 10.28TFLOPS - tapi kalau begini bisa mimin prediksikan kejadian ini akan Mirip seperti masa PS3 dan Xbox 360 di mana PS3 saat itu secara teori lebih powerful ketimbang Xbox 360. Namun sejarah mencatat bahwa saat itu Xbox 360 lebih unggul karena membuat game di PS3 ternyata cukup menyulitkan para pembuat game dan PS3 baru bisa unggul di akhir masa generasi konsol saat itu. Jadi para developer game udah nemuin caranya, walaupun memang agak terlambat 😅

Nah, apakah sejarah akan terulang?? Masih nggak tau juga bro. Namun kalau kita balik ngebahas event Xbox tadi malam, menurut mimin game yang mungkin menjanjikan dan benar-benar menunjukkan kualitas konsol next-gen bisa dihitung pake jari dan itupun masih nggak jelas gameplay-nya. Game-game itu adalah: Avowed dan Stalker 2. Maunya nambahin Forza tapi entah kenapa Forza Motorsport bukan dibuat oleh Turn 10 Studios  melainkan Playground yang membuat seri Forza Horizon. Nggak ada masalah sih, cuma anehnya - yang pertama ini bukan Forza Motorsport 8 dan hanya tertulis "Forza Motorsport". Kemudian yang kedua, trailer yang disajikan bukan 60FPS dan kalau dibandingkan dengan Gran Turismo 7 milik PS5, mimin lebih memilih GT7. Jangan salah sangka dulu, mimin juga suka Forza karena itu merupakan game balap dari Xbox yang spektakuler.

 
Entah mengapa game-game (baik berupa gameplay atau cinematic) yang disajikan di event Microsoft tanggal 23 Juli ini secara grafis terlihat ada yang "hilang". Lihat aja Halo Infinite, Forza Motorsport, atau CrossFire X (game free to play).  Untuk game Halo (dan juga CrossFire X) detail-detailnya tidak sepadat game-game PS5 - lihat aja Spider-Man Miles Morales dan Ratchet & Clank yang begitu banyak 'pernak-pernik' kecil yang membuat game lebih hidup. Mimin masih nggak tau, tapi sempat terlintas apakah ini karena kurangnya polygon? Lalu kalau Forza Motorsport, bisa dilihat di video di atas terutama saat mobil-mobil yang ada di sirkuit. Ya, memang jelas banget saat berada di dalam ruangan terlihat penerapan fitur Ray Tracing (gampangnya, lihat aja lantainya - terlihat pantulan mobil dan cahayanya yang terlihat realistis khan? Nah itu Ray Tracing). Tapi saat di sirkuit, fitur Ray Tracing itu seperti hilang, atau mungkin tidak setajam di GT7. Silahkan dilihat-lihat lagi video di atas deh.

Mimin berharap dari event Microsoft yang kedua ini ada sesuatu yang berbeda dari event sebelumnya (yang juga mengecewakan). Di sini mimin bukan mau menjatuhkan Xbox, tapi mimin berbicara sebagai gamer yang sekali lagi tidak memihak sana sini karena mimin pun sebenarnya suka banget sama Xbox 360 masa itu. Tadinya memang sangat berharap melihat gimana sih kekuatan 12TFLOPS Xbox Series X ini? Yang katanya kuat banget dan bahkan ramai sekali pembicaraan antara PS5 dan Xbox Series X. 

Apalagi baru-baru ini ada spekulasi kalau PS5 tidak sekuat yang kita bayangkan, karena salah satunya insomniac mengumumkan bahwa game Spider-Man Miles Morales bisa berjalan di resolusi 4K 60FPS melalui "Performance Mode" yang artinya 4K60FPS bukan standar game tersebut yang sudah menerapkan fitur Ray Tracing. Ditambah lagi ada perkataan developer game Orphan of the Machine, Dynamic Voltage Games, yang seakan menyalahkan Sony telah membuat konsol lebih lemah dari Xbox Series X sehingga mereka tidak bisa membuat game mereka berjalan 120FPS di PS5 seperti di Xbox Series X. Silahkan dibaca di sini bagi yang ingin membaca keseluruhan ceritanya.

Tunggu dulu...stop right there! Ini kayaknya ada yang nggak beres. Maaf, setelah mimin lihat event tadi malam ini semua sepertinya ngaco banget. Pertama, game Dirt 5 saja sudah konfirmasi bisa berjalan 120FPS baik di PS5 maupun Xbox Series X. Kedua, kalau kita telusuri sebenarnya game Orphan of The Machine tidaklah seberat Dirt 5, setuju nggak? Lagian apa iya kita butuh 120FPS di game seperti Orphan of The Machine ini?? Sori nih bukan mau meremehkan game tersebut, tapi kita gamers juga harus berpikir smart dan realistis. Sebagai tambahan aja nih, mungkin sudah pada denger kalau katanya Far Cry 6 resolusi 4K hanya eksklusif untuk Xbox One dan Xbox Series X, no no...tampaknya ada kesalahan, silahkan baca aja di sini. Yuk kita pikir secara logika, ini pertama kalinya mimin dengar eksklusif secara resolusi ditambah lagi ada tertulis 'Xbox One'?? Jadi Xbox One lebih mampu ketimbang PS5, nah aneh khan? ckck....🤔

So kesimpulannya begini gaes: Khan seharusnya Xbox Series X lebih hebat dari PS5, lalu mengapa sudah dua kali masih belum bisa menunjukkan kekuatan-nya? Sori aja, ini mimin anggap 12TFLOPS hanyalah angka di atas kertas dan omong kosong belaka (BS). Ada yang bilang tunggu aja 2 tahun mendatang, oke setuju...tapi kog PS5 bisa ya?🤣 Jujur game-game Xbox Series X nggak semenarik game-game PS5 yang ditampilkan bulan lalu. Mungkin ada yang nanya "kalau gitu menurut mimin game PS5 apa aja yang menarik?" Sebelum jawab, gini aja deh, sebutin game Xbox One apa yang kualitasnya bisa setara The last of us II (terlepas kontroversinya) dan Ghost Of Tsushima?😁 Oke-oke jangan kesel - mimin jawab: Spider-Man Miles Morales, GT7, Returnal, Project Athia, Horizon Forbidden West, Deathloop. Mungkin beberapa bukan sepenuhnya eksklusif milik PS5 tapi sementara ini kita bicara dulu mengenai presentasi yang sudah disajikan oleh kedua perusahaan gede ini. Menurut kalian, dari event-event next-gen yang sudah ada mana yang lebih meyakinkan kalian untuk membeli konsol mereka? Sony Playstation atau Microsoft Xbox?

Comments

Popular posts from this blog

Kena: Bridges Of Spirits Seharusnya Bisa Jalan 60FPS Di PS5

Tanggal 12 Juni kemarin kita semua terpukau dengan event PS5 yang menampilkan game-game bahkan konsol Playstation 5 (PS5) itu sendiri. Ada satu game yang grafisnya bisa dibilang menawan dan memukau banyak orang, yaitu Kena: Bridges Of Spirits. Ada yang bilang mirip Zelda, tapi kalau mimin malah bilang kayak mainin film animasi buatan Pixar. So btw, spek minimum (30fps, resolusi rendah) yang diperlukan untuk memainkan game Kena: Bridges Of Spirits di PC adalah sebagai berikut: OS: Windows 7 64-bit CPU: AMD FX-6100 or Intel Core i3-3220 RAM: 8GB GPU RAM: 1GB GPU: AMD Radeon HD 7750 or Nvidia GeForce GTX 650 HDD: 25GB DX: 11 Dan berikut adalah spek yang direkomendasikan (rata kanan/setting max): OS: Windows 7 64-bit CPU: AMD Ryzen 7 1700 or Intel Core i7-6700K RAM: 16GB GPU RAM: 8GB GPU: AMD Radeon RX Vega 56 or Nvidia GeForce GTX 1070 HDD: 25GB DX: 11  Oke yuk kita lihat sedikit break down dan fokus ke hardware yang direkomendasikan. Kalau kita lihat dari spek yang direkomendasik...

Harga Playstation 5 (PS5) Di Indonesia Nongol!

Mengejutkan! Tiba-tiba aja ada penjual di Indonesia melalui tokopedia yang berani (siapkan pre-order) PS5. Nggak tau ya gaes, apakah ini benar atau nggak, tapi kalau kita lihat di sekmen komen si pihak penjual 'PD' banget ngomongnya wkwk...😅 Ya, ini bisa langsung kalian search di tokopedia dengan kata kunci 'Playstation 5'. Nggak langsung keluar di atas, tapi scroll aja terus ke bawah sampai ketemu PS5 nya. Atau bagi yang males untuk cari sendiri klik aja di sini . Kalau pendapat mimin sih nggak semahal itu harganya. Soalnya itu kalau kita balikkan ke dolar(dengan kurs 14rb aja) sudah mencapai US$1000. Yang mana kita tahu rumornya aja hanya US$500 (versi Blu-ray driver - disk fisik), itupun sudah membuat orang-orang khawatir karena masih dianggap sedikit kemahalan. Jadi resminya dari Sony(kalau memang harganya US$500) kemungkinan di Indonesia 7,5jt atau 8jt-an (tergantung kursnya juga). Gimana pendapat kalian para gamers?

Game PS5 $10 lebih Mahal

Kabar buruk gaes, game-game next-gen (sepertinya PS5 dan Xbox Series X juga) akan lebih mahal dari game-game PS4. Diperkirakan lebih mahal $10, ya lebih mahal 100rb-an lah kalau dikurskan...jadi hampir sejuta gitu gaes😭😢 Berita ini muncul melalui harga game NBA 2K21 untuk konsol next-gen yang tertera $69 sedangkan konsol sekarang (PS4, Xbox One) $59. Sebenarnya hal ini sudah dibicarakan oleh ex-eksekutif Sony, yaitu eks Bos Playstation di Amerika, Shawn Layden - bahwa game untuk konsol mendatang sudah tidak bisa sama lagi dan kalaupun ingin tetap menyamakan harga maka harus mengurangi durasi game yang dibuat, katakanlah kurang dari 50 jam gameplay.  “It’s been $59.99 since I started in this business, but the cost of games have gone up ten times,” he explained. “If you don’t have elasticity on the price-point, but you have huge volatility on the cost line, the model becomes more difficult. I think this generation is going to see those two imperatives collide.” “It’s hard for eve...