Skip to main content

Developer Game Commander '85: CPU PS5 Lebih "Bersahabat" - Bonus Round: Rumor Tidak Sedap PS5


Sambil nunggu pengumuman ulang dari Sony untuk menampilkan game-game PS5, yuk kita dengerin sebentar opini developer game Commander '85 mengenai Playstation 5 (PS5).

Gamingbolt melakukan interview dengan Marcin Makaj yang merupakan developer game berjudul Commander '85, game ber-genre adventure thriller yang akan dirilis untuk konsol PS4, Xbox One, Nintendo Switch dan juga PC. Dalam interview tersebut Marcin menyebutkan bahwa ia memang belum mendapatkan akses untuk dev-kit kedua konsol next-gen (PS5 dan Xbox Series X), tapi setelah mendengarkan presentasi Mark Cerny mengenai PS5 dan juga informasi mengenai Xbox SeriesX, Marcin memiliki opini yang senada dengan developer-developer game yang lain.

Terlihat bahwa Marcin Makaj selaku pengembang game tertarik terhadap konsol next-gen, tapi memang perlu diakui PS5 dan Xbox Series X memiliki arsitektur dan pendekatan yang berbeda. CPU PS5 tidak terkunci seperti Xbox Series X dan menurut Marcin inilah yang membuat PS5 lebih fleksibel. Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, Marcin tidak melihat perbedaan mencolok antara PS5 dan Xbox Series X selain fleksibilitas yang diberikan CPU PS5 tersebut. Namun dalam interview tersebut ia berterus terang bahwa selama membuat game untuk PS4 dan Xbox One, performa game-nya berjalan lebih baik di PS4 dan menurutnya ini akan berlanjut di PS5.

Marcin Makaj memang bukan developer game dari perusahaan yang besar, dan the Moonwalls merupakan developer indie game. Tapi kita juga tidak bisa menganggap remeh opini beliau, Marcin tetaplah developer game profesional dan mimin yakin ia nggak hanya menjiplak pendapat developer game lain tapi berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya juga. Kalau boleh disimpulkan, pendapat Marcin terhadap PS5 mendukung pendapat developer game yang lainnya dan sekali lagi....apakah ini yang dimaksud oleh Ali Salehi bahwa membuat game di PS5 lebih mudah dari Xbox Series X? Kita juga mendengar pernyataan dari para developer yang sudah memiliki dev-kit PS5 yang berkata bahwa sebenarnya PS5 lebih 'hebat' dari Xbox Series X. 

Gameplay Commander '85

Tapi gaes, di sisi lain rumor-rumor ngak sedap tentang PS5 juga bermunculan, salah satunya seperti ini๐Ÿ‘‡ (Beberapa enak didengar sih ๐Ÿ˜…wkwkw...)

- CPU and GPU Clocks aren't super stable. Expect Third Party games to be over 30+% better on Xbox ( Please, do not expect PS5 to beat Xbox performance, not gonna happen like some crazy people are saying out there ). 

 - No VRS Tier 2 or Mesh Shaders. 

 - Expect Raytracing Performance to be over 40+% better on Xbox. 

 - PS5 Design is ugly and the box is huge. :'( 

 - Console heat dissipation is amazing. Console is super quiet. 

 - DualSense is great. Haptics are great and Batery Life is incredible. - Dashboard is super impressive and revolutionary. 

 - SSD I/O Controller is super impressive. The SSD Speed is also variable. 

 - Tempest Engine is crazy good. 

 - Still targeting November 2020. 

 - Playstation Studios is bigger and better than ever was. ( Hello new studio :D ) 

 - The price is $499

Kalau pengen tahu kelanjutannya silahkan klik ini aja. Masih ada setengah lagi yang disampaikan di sana. Tapi inget, ini rumor dan tunggu kebenarannya di gamenyus.

Comments

Popular posts from this blog

Kena: Bridges Of Spirits Seharusnya Bisa Jalan 60FPS Di PS5

Tanggal 12 Juni kemarin kita semua terpukau dengan event PS5 yang menampilkan game-game bahkan konsol Playstation 5 (PS5) itu sendiri. Ada satu game yang grafisnya bisa dibilang menawan dan memukau banyak orang, yaitu Kena: Bridges Of Spirits. Ada yang bilang mirip Zelda, tapi kalau mimin malah bilang kayak mainin film animasi buatan Pixar. So btw, spek minimum (30fps, resolusi rendah) yang diperlukan untuk memainkan game Kena: Bridges Of Spirits di PC adalah sebagai berikut: OS: Windows 7 64-bit CPU: AMD FX-6100 or Intel Core i3-3220 RAM: 8GB GPU RAM: 1GB GPU: AMD Radeon HD 7750 or Nvidia GeForce GTX 650 HDD: 25GB DX: 11 Dan berikut adalah spek yang direkomendasikan (rata kanan/setting max): OS: Windows 7 64-bit CPU: AMD Ryzen 7 1700 or Intel Core i7-6700K RAM: 16GB GPU RAM: 8GB GPU: AMD Radeon RX Vega 56 or Nvidia GeForce GTX 1070 HDD: 25GB DX: 11  Oke yuk kita lihat sedikit break down dan fokus ke hardware yang direkomendasikan. Kalau kita lihat dari spek yang direkomendasik...

Harga Playstation 5 (PS5) Di Indonesia Nongol!

Mengejutkan! Tiba-tiba aja ada penjual di Indonesia melalui tokopedia yang berani (siapkan pre-order) PS5. Nggak tau ya gaes, apakah ini benar atau nggak, tapi kalau kita lihat di sekmen komen si pihak penjual 'PD' banget ngomongnya wkwk...๐Ÿ˜… Ya, ini bisa langsung kalian search di tokopedia dengan kata kunci 'Playstation 5'. Nggak langsung keluar di atas, tapi scroll aja terus ke bawah sampai ketemu PS5 nya. Atau bagi yang males untuk cari sendiri klik aja di sini . Kalau pendapat mimin sih nggak semahal itu harganya. Soalnya itu kalau kita balikkan ke dolar(dengan kurs 14rb aja) sudah mencapai US$1000. Yang mana kita tahu rumornya aja hanya US$500 (versi Blu-ray driver - disk fisik), itupun sudah membuat orang-orang khawatir karena masih dianggap sedikit kemahalan. Jadi resminya dari Sony(kalau memang harganya US$500) kemungkinan di Indonesia 7,5jt atau 8jt-an (tergantung kursnya juga). Gimana pendapat kalian para gamers?

Game PS5 $10 lebih Mahal

Kabar buruk gaes, game-game next-gen (sepertinya PS5 dan Xbox Series X juga) akan lebih mahal dari game-game PS4. Diperkirakan lebih mahal $10, ya lebih mahal 100rb-an lah kalau dikurskan...jadi hampir sejuta gitu gaes๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ข Berita ini muncul melalui harga game NBA 2K21 untuk konsol next-gen yang tertera $69 sedangkan konsol sekarang (PS4, Xbox One) $59. Sebenarnya hal ini sudah dibicarakan oleh ex-eksekutif Sony, yaitu eks Bos Playstation di Amerika, Shawn Layden - bahwa game untuk konsol mendatang sudah tidak bisa sama lagi dan kalaupun ingin tetap menyamakan harga maka harus mengurangi durasi game yang dibuat, katakanlah kurang dari 50 jam gameplay.  “It’s been $59.99 since I started in this business, but the cost of games have gone up ten times,” he explained. “If you don’t have elasticity on the price-point, but you have huge volatility on the cost line, the model becomes more difficult. I think this generation is going to see those two imperatives collide.” “It’s hard for eve...